Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali atau terlalu fluktuatif dapat memengaruhi kebijakan pemerintah dalam perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memprediksi stabilitas laju pertumbuhan penduduk di berbagai provinsi di Indonesia menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Data yang digunakan bersumber dari data rata-rata laju pertumbuhan penduduk per tahun pada periode 2010 hingga 2024. Empat kriteria yang digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ini meliputi Laju Pertumbuhan 2020-2024 (Benefit, 15%), Laju Pertumbuhan 2010-2020 (Benefit, 15%), Konsistensi Pertumbuhan Penduduk (Cost, 40%), dan Selisih Pertumbuhan Antar Periode (Cost, 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW berhasil mengidentifikasi provinsi dengan pertumbuhan demografis yang paling konsisten. Provinsi Sulawesi Utara, Jambi, dan Jawa Barat dikategorikan sebagai wilayah dengan stabilitas populasi terbaik karena memiliki nilai preferensi akhir di atas 0,500. Sementara itu, beberapa provinsi justru menunjukkan fluktuasi demografis yang signifikan, seperti Papua yang mencapai angka selisih laju pertumbuhan antar dekade sebesar 2,7681. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pengambil kebijakan. Kata kunci: Pertumbuhan Penduduk, Simple Additive Weighting, Sistem Pendukung Keputusan, Demografi, SPK.
Copyrights © 2026