Perkembangan e-commerce menyebabkan meningkatnya interaksi antara pengguna dan platform, termasuk dalam layanan customer service. Chatbot menjadi salah satu teknologi yang digunakan untuk memberikan respons otomatis kepada pengguna. Namun, pada platform e-commerce berskala besar seperti Shopee, jumlah permintaan pengguna dapat meningkat secara signifikan, terutama saat promo besar, flash sale, atau festival belanja. Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah pada arsitektur chatbot yang masih terpusat, seperti bottleneck, keterlambatan respons, single point of failure, dan keterbatasan skalabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arsitektur sistem terdistribusi pada chatbot customer service e-commerce dengan menggunakan load balancing dan message queue. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptual terhadap arsitektur awal, identifikasi masalah, perancangan arsitektur usulan, serta perbandingan arsitektur. Hasil analisis menunjukkan bahwa load balancing dapat membantu mendistribusikan permintaan pengguna ke beberapa chatbot server, sedangkan message queue dapat mengelola antrean pesan secara asinkron sehingga beban terhadap backend service dan database lebih terkendali. Arsitektur usulan dinilai mampu meningkatkan scalability, response time, reliability, availability, fault tolerance, dan maintainability. Dengan demikian, kombinasi load balancing dan message queue dapat menjadi pendekatan konseptual yang relevan untuk meningkatkan kualitas layanan chatbot customer service pada platform e-commerce berskala besar.
Copyrights © 2026