Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat intensitas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) oleh siswa serta mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Informatik akelas X di SMA Negeri 1 Karangreja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment model non-equivalent control group design melibatkan kelas X-E sebagai kelompok eksperimen (pemanfaatan AI dengan intensitas tinggi) dan kelas X-B sebagai kelompok kontrol, masing-masing nerjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tertulis pretest-posttest dan angket, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas levene, uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat intensitas pemanfaatan AI berada pada kategori tinggi, dengan 75% siswa berkategori tinggi dan 25% berkategori sangat tinggi. Uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,041 0,05), dengan rata-rata N-Gain sebesar 23,85%, lebih tinggi dibandingkan kelas control sebesar 13,48%. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI berpotensi mendukung perkembangan berpikir kritis siswa apabila dimanfaatkan secara aktif sebagai alat bantu eksplorasi informasi bukan sebagai sumber jawaban pasif. berkategori sangat tinggi.
Copyrights © 2026