Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar di Indonesia. Manajemen kesehatan tidak efektif, yang ditandai ketidakpatuhan minum obat, gaya hidup tidak sehat, dan kurang pengetahuan, sering ditemukan pada pasien hipertensi lansia. Edukasi kesehatan tentang keuntungan dan kerugian program pengobatan merupakan intervensi keperawatan utama untuk meningkatkan pemahaman pasien dan kepatuhan pengobatan. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan tentang keuntungan dan kerugian program pengobatan dalam meningkatkan manajemen kesehatan dan mengurangi nyeri pada pasien lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan selama tiga hari (20–22 Mei 2026) pada satu pasien lansia (Tn. S, 73 tahun) dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang. Pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Proses keperawatan mengacu pada kerangka SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil: Setelah tiga hari intervensi edukasi kesehatan menggunakan media leaflet, tekanan darah menurun dari 174/100 mmHg menjadi 152/92 mmHg, skala nyeri menurun dari 3 menjadi 1, dan pasien mampu menjelaskan perilaku hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah serta menyatakan kesediaan minum obat antihipertensi secara teratur. Kedua diagnosa keperawatan (manajemen kesehatan tidak efektif dan nyeri akut) dinyatakan teratasi pada hari ketiga. Kesimpulan: Edukasi kesehatan tentang keuntungan dan kerugian program pengobatan terbukti efektif dalam meningkatkan manajemen kesehatan dan mengurangi nyeri akut pada pasien lansia dengan hipertensi, ditandai perbaikan klinis bermakna dalam tiga hari intervensi
Copyrights © 2026