Kemampuan peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan orang tua melalui motivasi, pendampingan, dan pengawasan. Namun, keterlibatan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala sehingga belum sepenuhnya optimal dalam menunjang motivasi hafalan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam membangun motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik kelas IV di MI Miftahul Athfal 02. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan orang tua, peserta didik, serta guru tahfidz, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai motivator, teladan, pendamping, pengawas, fasilitator, dan mitra guru melalui pemberian motivasi dan penghargaan, pendampingan muroja’ah, pengawasan hafalan, penyediaan fasilitas belajar, serta komunikasi dengan guru. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, ketidakkonsistenan hafalan di rumah, keterlibatan keluarga yang belum optimal, serta pengaruh lingkungan dan penggunaan gadget. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua secara konsisten dan kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan hafalan Al-Qur’an peserta didik.
Copyrights © 2026