Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui pendekatan humanistik. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik, dan pendekatan humanistik dipandang efektif karena menekankan pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh—baik secara emosional, kognitif, maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji literatur-literatur yang relevan mengenai teori motivasi, khususnya teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow dan pendekatan non-direktif Carl R. Rogers. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang menerapkan pendekatan humanistik, seperti membangun komunikasi empatik, memberikan penghargaan tanpa syarat, dan menciptakan lingkungan belajar yang suportif, mampu memenuhi kebutuhan psikologis siswa dan menumbuhkan motivasi intrinsik. Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan kompetensi interpersonal serta didukung oleh kebijakan sekolah yang inklusif dan berpihak pada siswa.
Copyrights © 2025