Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan diri (self management) secara berkelanjutan guna mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan self management adalah tingkat spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritualitas dengan self management pada penderita diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Arosuka Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) untuk mengukur spiritualitas dan Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) untuk mengukur self management. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat spiritualitas tinggi (68,9%) dan self management baik (57,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat spiritualitas dengan self management pada penderita diabetes melitus (p = 0,000; r = 0,597) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah korelasi positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat spiritualitas, maka semakin baik self management penderita diabetes melitus. Diperlukan pendekatan holistik dalam penatalaksanaan diabetes yang memperhatikan aspek spiritual pasien untuk meningkatkan kualitas pengelolaan penyakit secara mandiri.
Copyrights © 2026