Perairan Teluk Tamiang yang terletak di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan wisata bahari. Meningkatnya berbagai aktivitas manusia, seperti kegiatan pariwisata, perikanan, permukiman di kawasan pesisir, serta lalu lintas transportasi laut, berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi kualitas perairan. Pengambilan sampel air dilakukan dengan metode purposive sampling pada sejumlah titik pengamatan yang dianggap mampu merepresentasikan kondisi perairan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, kecerahan, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, amoniak, serta kandungan logam berat tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn). Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak Surfer 16 dan ArcGIS 10.8. Nilai logam berat tembaga (Cu) pada seluruh lokasi pengamatan telah melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan, sehingga mengindikasikan terjadinya pencemaran logam berat. Perbedaan pola sebaran spasial kualitas perairan dipengaruhi oleh masukan dari wilayah daratan serta tingkat intensitas aktivitas manusia di sekitar kawasan pesisir. penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya pengelolaan dan pengendalian kualitas perairan secara berkelanjutan di kawasan wisata bahari Teluk Tamiang.
Copyrights © 2025