Daerah Tarutung dan sekitarnya secara geologi termasuk ke dalam wilayah yang sangat dekat dan dipengaruhi langsung oleh aktivitas Sesar Besar Sumatera (SBS) yang menyebabkan daerah ini memiliki aktivitas tektonik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode magnetik yang dilakukan di daerah Tarutung dan sekitarnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk menginterpretasikan sebaran struktur geologi bawah permukaan. Data penelitian berasal dari peta anomali magnetik daerah Tarutung dan sekitarnya yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi (PSG) Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan transformasi reduksi ke ekuator dan transformasi kontinuasi ke atas untuk mengetahui pola anomali yang terbentuk di daerah penelitian. Penelitian dilakukan pemodelan ke depan untuk memperoleh struktur bawah permukaan model 2D pada anomali magnetik regional. Hasil identifikasi daerah penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik regional memiliki nilai anomali berkisar antara -115 nT hingga 142 nT. Penampang pada sayatan yang dilakukan menunjukkan litologi bawah permukaan berupa alluvium, tufa, andesit, granit dan batu pasir.
Copyrights © 2026