Rendahnya tingkat literasi dasar di daerah terpencil seperti Kepulauan Waigama, Raja Ampat, dipicu oleh keterbatasan akses bahan bacaan dan kurangnya tenaga pendidik. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan mendongeng dan menulis cerita pendek kepada siswa SD Negeri 14 Raja Ampat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode ini memanfaatkan kearifan lokal, tradisi tutur, dan kekayaan alam setempat sebagai modal utama literasi. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan utama: Discovery (pemetaan aset cerita lokal), Dream (perancangan visi literasi), Design (pelatihan penulisan cerpen kolaboratif, simulasi roleplay, dan permainan cerita berantai), serta Destiny (umpan balik dan pelembagaan ekosistem literasi). Hasil obsrvasi dan praktik kerja menunjukkan peningkatan pada kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa. Keberanian siswa tampil di depan publik meningkat dari 35% menjadi 85%, pemahaman struktur narasi naik dari 40% menjadi 80%, penguasaan kosakata berbasis lokal meningkat dari 45% menjadi 85%, dan kemampuan kerja sama kolaboratif mencapai 90%. Selain menghasilkan kompilasi draf cerita pendek berbasis budaya lokal Waigama, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif antar siswa dalam menjaga keberlanjutan budaya membaca dan menulis. Integrasi pendekatan ABCD berbasis kearifan lokal menunjukkan peningkatan serta menjadi strategi alternatif penguatan literasi di wilayah kepulauan terpencil.
Copyrights © 2026