Pandemi COVID-19 menimbulkan disrupsi besar terhadap stabilitas ekonomi nasional Indonesia, tercermin dari kontraksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga -2,07 persen pada tahun 2020 serta anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level terendah dalam satu dekade. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pandemi terhadap stabilitas ekonomi nasional melalui pendekatan statistik deskriptif dan komparatif terhadap indikator makroekonomi utama periode 2018-2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, serta pemberitaan media seperti BBC Indonesia dan Tribunnews sebagai pelengkap kronologi. Analisis dilakukan menggunakan uji beda rata-rata antar-periode, analisis tren time-series, dan analisis volatilitas untuk mengukur perubahan pada PDB, inflasi, IHSG, tingkat pengangguran terbuka, dan nilai tukar rupiah. Hasil menunjukkan pandemi menyebabkan penurunan PDB sebesar 7,24 poin persentase, peningkatan volatilitas IHSG lebih dari dua kali lipat pada kuartal I 2020, serta lonjakan tingkat pengangguran terbuka dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen. Pemulihan pada 2021-2023 menunjukkan pola V-shaped recovery yang relatif cepat dibandingkan negara berkembang lain, didukung stimulus fiskal dan kebijakan moneter akomodatif. Dapat disimpulkan bahwa pandemi bukan hanya guncangan jangka pendek, tetapi juga mengubah struktur ketahanan ekonomi nasional terhadap shock eksternal di masa mendatang. Penelitian ini merekomendasikan desain kebijakan mitigasi krisis yang bersifat targeted dan multidimensi pada penelitian dan kebijakan selanjutnya.
Copyrights © 2026