Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyaluran kredit perbankan terhadap pertumbuhan sektor riil di Indonesia, mengingat pentingnya peran intermediasi keuangan dalam memacu roda perekonomian nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan model analisis regresi linier berganda menggunakan data sekunder runtun waktu (time series) periode 2016–2025. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, kredit perbankan yang dialokasikan ke sektor-sektor produktif, seperti industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan PDB sektor riil. Peningkatan volume kredit terbukti mampu mendorong kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa intermediasi perbankan yang efektif menjadi katalis utama bagi penguatan sektor riil. Oleh karena itu, disarankan bagi otoritas moneter dan perbankan untuk melonggarkan kebijakan makroprudensial serta menurunkan hambatan birokrasi pengajuan kredit, khususnya bagi sektor-sektor strategis dan UMKM, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
Copyrights © 2026