ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan model awal relationship-based chronic care untuk pasien hipertensi dan diabetes pada RS Islam Yatofa Lombok Tengah. Diabetes melitus dan hipertensi termasuk penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan berkelanjutan, edukasi, kepatuhan obat, dan pemantauan kunjungan ulang. Di RS Islam Yatofa, DM tipe II menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit rawat jalan tahun 2025, sedangkan hipertensi menempati urutan keempat. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan rapid assessment dan studi kasus. Data diperoleh melalui telaah dokumen profil RS tahun 2025, wawancara informan internal dan pasien, serta observasi alur rawat jalan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada konsep integrated people-centred care dan Chronic care Model. Pelayanan hipertensi dan diabetes telah berjalan melalui pemeriksaan, edukasi, pemberian jadwal kontrol, pelayanan farmasi, dan PRB. Namun, belum terdapat program chronic care khusus yang terintegrasi. Hambatan utama meliputi mekanisme reminder yang belum menyeluruh, pencatatan follow-up belum spesifik, keterbatasan waktu edukasi, risiko pasien lupa atau berhenti obat, dan kebutuhan ketersediaan obat kronis. Model awal YATOFA Chronic care dikembangkan melalui tujuh komponen: registry pasien, kartu/bukti kontrol kronis, reminder WhatsApp, edukasi terintegrasi dokter-perawat-farmasi, media edukasi, monitoring kunjungan ulang, dan penguatan ketersediaan obat kronis. Kata kunci: chronic care; diabetes melitus; hipertensi; relationship-based care; program rujuk balik, rumah sakit tipe D.
Copyrights © 2026