Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

OPTIMALISASI STRATEGI DIGITAL MARKETING BAGI RUMAH SAKIT Leni Burhan; Wachyu Sulistiadi
Branding: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 1, No 1 (2022): BRANDING: Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jb.v1i1.17202

Abstract

Pertumbuhan pengguna smartphone terus meningkat, memicu sebagian besar strategi pemasaran memanfaatkan berbagai platform internet dan media sosial. Media digital sebagai salah satu komunikasi pemasaran sudah diterapkan oleh perusahaan produksi barang, dan juga dibidang jasa kesehatan yaitu rumah sakit. Berdasarkan hal tersebut tulisan ini bertujuan memaparkan salah satu cara pemasaran rumah sakit dengan memanfaatkan media digital. Metode: Kajian literatur dengan merumuskan kontribusi teoritis serta penguraian secara teratur data yang diperoleh, kemudian dituliskan pemahaman dan penjelasan agar dapat dimengerti. Hasil: Rumah sakit perlu melakukan digital marketing yang efektif, untuk mempromosikan layanan perawatan medis dalam memperluas bisnis dengan tetap memberikan layanan perawatan kesehatan berkualitas dan menjamin kepuasan pasien. Media sosial merupakan platform digital marketing yang banyak digunakan fasilitas kesehatan. Pemanfaatan digital marketing dapat diterapkan dalam pemasaran produk layanan rumah sakit, juga dapat memperkokoh brand image dari fasilitas kesehatan. Digital marketing bisa dilakukan melalui aplikasi yang dirancang rumah sakit secara personal maupun dengan ragam lainnya. Platform media sosial menghasilkan tingkat keterlibatan tertinggi dari sisi pasien. Pemantauan dan pengawasan yang konstan serta komitmen untuk peningkatan kualitas, maka digital marketing dapat dimanfaatkan untuk pemasaran rumah sakit.
Literature Review: Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Layanan Telemedicine dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia Natasya Zulnita Putri; Wachyu Sulistiadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54029

Abstract

Perkembangan telemedicine sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan di Indonesia telah memberikan perubahan signifikan dalam akses, kualitas, dan efektivitas layanan kesehatan. Studi ini bertujuan untuk menilai kepuasan pasien dalam penggunaan layanan telemedicine serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui penelusuran database PubMed dan Google Scholar dengan periode publikasi 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap layanan telemedicine tergolong tinggi, khususnya pada aspek kemudahan akses, fleksibilitas waktu, efisiensi proses konsultasi, dan pengurangan biaya. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan meliputi kualitas teknologi, kemudahan penggunaan aplikasi, stabilitas jaringan, mutu komunikasi dokter dan pasien, serta keamanan dan privasi data. Meskipun demikian, tantangan seperti ketimpangan infrastruktur digital, literasi teknologi yang belum merata, dan keterbatasan interaksi emosional masih ditemukan. Secara keseluruhan, telemedicine memiliki potensi besar dalam meningkatkan mutu dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, sehingga diperlukan penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, serta pengembangan standar mutu untuk mendukung implementasi yang optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Telemedicine, Kepuasan Pasien, Digitalisasi Kesehatan, Literasi Teknologi.
Model Awal Relationship-Based Chronic care pada Pasien Hipertensi dan Diabetes di RS Islam Yatofa Hana Fadly; Wachyu Sulistiadi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8803

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan model awal relationship-based chronic care untuk pasien hipertensi dan diabetes pada RS Islam Yatofa Lombok Tengah. Diabetes melitus dan hipertensi termasuk penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan berkelanjutan, edukasi, kepatuhan obat, dan pemantauan kunjungan ulang. Di RS Islam Yatofa, DM tipe II menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit rawat jalan tahun 2025, sedangkan hipertensi menempati urutan keempat. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan rapid assessment dan studi kasus. Data diperoleh melalui telaah dokumen profil RS tahun 2025, wawancara informan internal dan pasien, serta observasi alur rawat jalan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada konsep integrated people-centred care dan Chronic care Model. Pelayanan hipertensi dan diabetes telah berjalan melalui pemeriksaan, edukasi, pemberian jadwal kontrol, pelayanan farmasi, dan PRB. Namun, belum terdapat program chronic care khusus yang terintegrasi. Hambatan utama meliputi mekanisme reminder yang belum menyeluruh, pencatatan follow-up belum spesifik, keterbatasan waktu edukasi, risiko pasien lupa atau berhenti obat, dan kebutuhan ketersediaan obat kronis. Model awal YATOFA Chronic care dikembangkan melalui tujuh komponen: registry pasien, kartu/bukti kontrol kronis, reminder WhatsApp, edukasi terintegrasi dokter-perawat-farmasi, media edukasi, monitoring kunjungan ulang, dan penguatan ketersediaan obat kronis. Kata kunci: chronic care; diabetes melitus; hipertensi; relationship-based care; program rujuk balik, rumah sakit tipe D.
Strategi Promosi Storytelling Pasien untuk Menguatkan Kepercayaan Keluarga di RS AN-NISA Tangerang Endah Sintalaras; Wachyu Sulistiadi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8810

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menyusun model awal strategi promosi storytelling pasien untuk menguatkan kepercayaan keluarga di RS AN-NISA Tangerang. Kepercayaan keluarga menjadi faktor penting dalam pemilihan rumah sakit karena keputusan layanan kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh informasi rasional, tetapi juga oleh pengalaman pasien, komunikasi tenaga kesehatan dan persepsi aman terhadap layanan. RS AN-NISA Tangerang memiliki identitas pelayanan Islami dan ramah keluarga, tetapi pengelolaan narasi pasien sebagai strategi promosi perlu disusun secara lebih sistematis dan etis. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan rapid assessment dan studi kasus. Data diperoleh melalui telaah Renstra RS AN-NISA, observasi media digital, telaah testimoni pasien yang telah dipublikasikan serta wawancara semiterstruktur dengan lima informan internal yang terlibat dalam pengelolaan narasi pasien. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada pemasaran jasa kesehatan, patient-centred care, digital storytelling, dan etika promosi rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: narasi kesembuhan sebagai bukti sosial, pelayanan empatik sebagai inti kepercayaan, pengalaman pendampingan keluarga dan nilai Islami sebagai pembeda layanan. Model Narrative Trust Promotion dikembangkan melalui tujuh komponen: sumber narasi, identifikasi momen layanan, verifikasi, persetujuan publikasi, kurasi etis, produksi konten, serta evaluasi respons digital. Storytelling pasien dapat menjadi strategi promosi yang relevan apabila dikelola dengan prinsip akurasi, kerahasiaan, persetujuan, dan keselarasan dengan nilai rumah sakit. Kata kunci: Pengalaman pasien; bukti sosial; pemasaran rumah sakit; komunikasi kesehatan digital; etika narasi pasien.
Strategi Marketing Mix 7P Dalam Pengembangan Women’s Health Center Berbasis Femtech Di RS Islam Yatofa: Studi Kualitatif Deskriptif Yuri Amelia; Wachyu Sulistiadi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8794

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi marketing mix 7P dalam pengembangan Women’s Health Center berbasis FemTech di RS Islam Yatofa. Kebutuhan layanan kesehatan perempuan berkembang dari pendekatan kuratif menuju layanan preventif, personal, privat dan didukung teknologi digital. Rumah Sakit Islam Yatofa memiliki layanan dasar kesehatan perempuan, namun memerlukan strategi pengembangan Women’s Health Center berbasis FemTech yang bertahap dan sesuai konteks rumah sakit tipe D. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui telaah literatur, analisis data sekunder Profil RS Islam Yatofa Tahun 2025 dan wawancara semi terstruktur kepada lima informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik dan dipetakan ke dalam kerangka product, price, place, promotion, people, process, physical evidence, serta isu FemTech dan keamanan data. Rumah Sakit Islam Yatofa memiliki modal awal berupa layanan kandungan, persalinan, PONEK, ruang obgyn, perinatalogi, NICU, laboratorium, radiologi/USG, farmasi, rekam medis, dan kanal digital dasar. Informan menilai pengembangan Women’s Health Center berpeluang, terutama melalui paket kehamilan, persalinan, skrining kanker serviks/payudara, kesehatan reproduksi remaja, infertilitas, edukasi perempuan, serta layanan digital sederhana. Hambatan utama meliputi integrasi layanan yang belum seragam, waktu tunggu, kebutuhan ruang khusus, fluktuasi biaya BMHP, kompetensi SDM, literasi digital, dan risiko keamanan data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi pengembangan bertahap melalui penguatan layanan inti, paket harga transparan, promosi edukatif, pelatihan SDM, perbaikan alur, ruang ramah perempuan, dan FemTech sederhana seperti WhatsApp reminder, edukasi digital, serta konsultasi online awal. Kata kunci: femtech; marketing mix 7p; pemasaran rumah sakit; women’s health center; digital health.