Perlintasan sebidang kereta api merupakan salah satu titik konflik antara lalu lintas jalan dan perjalanan kereta api yang memiliki risiko keselamatan tinggi, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Namun, penelitian yang secara khusus menganalisis pengaruh kondisi teknis Concrete Level Crossing (CLC) dan perilaku pengendara terhadap risiko keselamatan pengendara sepeda motor masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi teknis CLC dan perilaku pengendara terhadap risiko keselamatan pengendara sepeda motor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada dua perlintasan sebidang tipe CLC di Kota Padang yang melibatkan 400 pengendara sepeda motor sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi teknis CLC dan perilaku pengendara berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko keselamatan pengendara sepeda motor pada kedua lokasi penelitian. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,463 pada Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Padang dan 0,497 pada Jalan Alai, Kota Padang menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 46,3% dan 49,7% variasi risiko keselamatan. Variabel kondisi teknis CLC merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan perilaku pengendara, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien beta sebesar 0,521 pada Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Padang dan 0,586 pada Jalan Alai, Kota Padang.
Copyrights © 2026