Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK DAN BATA MERAH: kuat tekan beton Daulay Muhammad Putra Ramadhan Daulay; Suryanti Suraja Pulungan; Fithriyah Patriotika
STATIKA Vol. 6 No. 2 (2023): Statika Vol 6 No 2 September 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah keramik maupun bata merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari perenofasian rumah tinggal maupun gedung di Kota gipsmu yang terbuang sia-sia. Untuk mengetahui besar nilai kuat tekan beton dan pengaruh menggunakan campuran limbah bata merah dan keramik dengan variasi 5% bata merah dan 5% keramik dibandingkan dengan beton normal pada umur 7, 14 dan 28 hari. Untuk mengetahui besar nilai kuat tekan beton dan pengaruh menggunakan campuran limbah bata merah dan keramik dengan variasi 5% bata merah dan 10% keramik dibandingkan dengan beton normal pada umur 7, 14 dan 28 hari.. Data data yang diperlukan dalam hasil penelitian dengan judul “Analisa Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Campuran Limbah Keramik Dan Bata Merah” terbagi menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder. Untuk sampel beton normal pada umur 7,14 dan 28 hari di dapat hasil nilai kuat tekan beton sebesar 10,12 N/mm², 13,24 N/mm² dan 17,98 N/mm². Untuk sampel beton variasi 5% bata merah dan 5% keramik pada umur 7,14 dan 28 hari di dapat nilai kuat tekan beton sebesar 9,98 N/mm², 13,02 N/mm² dan 16,91 N/mm². Untuk sampel beton variasi 5% bata merah dan 10% keramik pada umur 7,14 dan 28 hari di dapat nilai kuat tekan beton sebesar 9,34 N/mm², 12,6 N/mm² dan 15,99 N/mm². Pada Penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan beton menurun dari penambah volume keramik, di karenakan permukaan keramik tidak bisa mengikat dengan sempurna. Paling tinggi 16,91 N/mm² dengan campuran 5% batu bata dan 5% keramik pada umur beton 28 hari, di mana besar kuat tekan sudah mendekati dengan beton normal rencana yaitu antara fc’ 18 MPa K225
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Pembangunan Medan Islamic Center Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Mei Brilian Harefa; Fithriyah Patriotika
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i2.1999

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 pada proyek pembangunan Medan Islamic Center. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SMKK telah dilakukan melalui identifikasi bahaya, penilaian risiko, pelatihan keselamatan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penyusunan prosedur tanggap darurat. Penerapan tersebut mampu meningkatkan kesadaran keselamatan dan menekan potensi kecelakaan kerja. Namun, masih ditemukan kendala berupa rendahnya kepatuhan sebagian pekerja dan keterbatasan pengawasan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penerapan SMKK pada proyek konstruksi berskala besar.   Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect of construction projects to minimize accident risks and ensure the smooth execution of project activities. This study aims to analyze the implementation of the Construction Safety Management System (CSMS) based on the Regulation of the Minister of Public Works and Housing (PUPR) Number 10 of 2021 in the Medan Islamic Center construction project. The study employed a descriptive qualitative approach through field research, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the implementation of CSMS has been carried out through hazard identification, risk assessment, safety training, the use of personal protective equipment (PPE), and the establishment of emergency response procedures. These measures have contributed to increasing workers' safety awareness and reducing the potential for workplace accidents. However, several challenges remain, including low compliance among some workers and limited supervision. This study provides practical implications as an evaluation framework for improving the effectiveness of CSMS implementation in large-scale construction projects.
ANALISA KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE ASPHALT INSTITUTE DAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (STUDI KASUS : JALAN NASIR PAMUNCAK, KOTA SOLOK) Rifa Eltika; Rizky Indra Utama; Fithriyah Patriotika; Yaumal Arbi
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.139383

Abstract

Jalan Nasir Pamuncak adalah ruas jalan nasional yang vital di Kota Solok dan mengalami berbagai kerusakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan dan kondisi jalan untuk menentukan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dua pendekatan yaitu metode Asphalt Institute untuk menilai jenis serta luas kerusakan secara visual dan metode International Roughness Index (IRI) menggunakan aplikasi RoadLab Pro untuk mengukur ketidakrataan permukaan. Berdasarkan hasil analisis metode Asphalt Institute diperoleh total kerusakan sebesar 10,665% dengan nilai kondisi perkerasan sebesar 89,334% yang menunjukkan bahwa kondisi jalan tergolong baik dan memerlukan pemeliharaan rutin. Sementara itu, hasil pengukuran menggunakan metode IRI menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,58 m/km yang mengindikasikan bahwa kondisi jalan termasuk dalam kategori sedang dan memerlukan pemeliharaan berkala. Perbedaan hasil antara kedua metode menunjukkan pentingnya penggunaan pendekatan ganda untuk memperoleh gambaran kondisi jalan yang lebih komprehensif serta menentukan jenis penanganan yang tepat agar kinerja jalan tetap optimal.
PERBANDINGAN HASIL UJI SARINGAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN TIGA SIEVE SHAKER DI LABORATORIUM TEKNIK SIPIL Fithriyah Patriotika; Ariful Azmi Arham
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1414

Abstract

Laboratorium Teknik Sipil di Universitas Negeri Padang (UNP) memainkan peran penting dalam mendukung riset akademik sekaligus menyediakan jasa pengujian bahan bangunan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Salah satu pengujian rutin yang dilakukan adalah analisis ayakan tanah memakai alat pengayak getar, yang mana hasil ujinya bergantung pada jenis serta cara alat itu bekerja. Studi ini bermaksud untuk membandingkan bagaimana kinerja alat sieve shaker manual, elektrik, dan otomatis dalam analisis ayakan tanah lempung, demi menemukan alat yang paling cocok digunakan di laboratorium. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah percobaan laboratorium dengan menjalankan pengujian analisis ayakan sesuai standar SNI 03-1968-1990. Pengujian dijalankan dua kali untuk setiap jenis alat pengayak getar dengan durasi pengayakan 15 menit, memakai sampel tanah lempung yang identik. Evaluasi didasarkan pada persentase material yang lewat dari ayakan di tiap ukuran ayakan. Hasil riset memperlihatkan bahwa alat pengayak getar otomatis menghasilkan persentase lolos ayakan yang tertinggi dan paling stabil pada semua ukuran ayakan dibandingkan alat pengayak getar elektrik dan manual. Alat pengayak getar elektrik menunjukkan performa yang lebih baik dari alat pengayak getar manual, tetapi masih di bawah performa alat pengayak getar otomatis. Hasil riset ini menegaskan bahwa kestabilan serta konsistensi dari mekanisme getaran sangat berpengaruh pada ketepatan hasil analisis ayakan tanah lempung.