Penelitian ini bertujuan menganalisis Reject for recycle pada proses finishing biskuit, khususnya akibat ketidaksempurnaan sauran gula dan polesan telur, serta mengidentifikasi akar penyebab dan efektivitas perbaikannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Root Cause Analysis melalui analisis deskriptif, Pareto, fishbone, 5 Why, verifikasi akar penyebab, pemilihan solusi, dan perbandingan sebelum–sesudah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi sistem sauran gula dan polesan telur mampu menurunkan persentase Reject dari sekitar 0,21% menjadi 0,10%, sehingga mencapai sasaran maksimal 0,12%. Penerapan Preventive Maintenance dan Autonomous Maintenance diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja mesin.
Copyrights © 2026