Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Root Cause Analysis Sebagai Dasar Modifikasi Mesin Sauran Gula Dan Polesan Telur Untuk Menurunkan Reject for Recycle Di Pabrik Biskuit Tegar Adi Pangestu; Abby Yazid Bustommy; Abimanyu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Reject for recycle pada proses finishing biskuit, khususnya akibat ketidaksempurnaan sauran gula dan polesan telur, serta mengidentifikasi akar penyebab dan efektivitas perbaikannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Root Cause Analysis melalui analisis deskriptif, Pareto, fishbone, 5 Why, verifikasi akar penyebab, pemilihan solusi, dan perbandingan sebelum–sesudah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi sistem sauran gula dan polesan telur mampu menurunkan persentase Reject dari sekitar 0,21% menjadi 0,10%, sehingga mencapai sasaran maksimal 0,12%. Penerapan Preventive Maintenance dan Autonomous Maintenance diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja mesin.
Penerapan TPM Melalui Analisis OEE Dan Six Big Losses Untuk Mengurangi Idling And Minor Stoppages Pada Mesin Produksi Biskuit PT ABC Tbk Satria; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.314

Abstract

Efektivitas mesin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas dan produktivitas proses produksi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat efektivitas mesin produksi biskuit, mengidentifikasi sumber kehilangan produksi yang dominan, menentukan penyebab utama Minor Stop Process, serta menerapkan tindakan perbaikan berbasis Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi Idling And Minor Stoppages. Pengukuran efektivitas mesin dilakukan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri atas Availability, Performance, dan Quality. Identifikasi kehilangan dilakukan menggunakan Six Big Losses, kemudian dilanjutkan dengan Diagram Pareto untuk menentukan prioritas masalah, Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dan Five Why Analysis untuk menelusuri akar penyebab. Hasil pengukuran baseline analitis menunjukkan Availability sebesar 95,27%, Performance 95,97%, Quality 99,47%, dan OEE sebesar 90,95%. Total Six Big Losses selama periode penelitian mencapai 8.992,815 menit, dengan Idling And Minor Stoppages sebagai kehilangan terbesar sebesar 4.918 menit atau 54,69%. Minor Stop Process mencapai 4.752 menit, sedangkan aktivitas ganti sikat, nampan, dan kain poles telur menjadi penyebab dominan dengan waktu kehilangan 4.172 menit atau 87,79% dari total Minor Stop Process. Berdasarkan analisis akar penyebab, tindakan perbaikan dilakukan melalui pengembangan standing sikat dengan sliding system, pijakan operator, pengaturan levelling dan ball transfer pada nampan, penambahan T-joint dan valve, serta penambahan roll kain poles. Implementasi tersebut menurunkan total waktu lima subaktivitas dari 545 detik menjadi 145 detik atau 73,39%. Downtime aktual per kejadian berkurang dari sekitar 15–25 menit menjadi 2–3 menit, sedangkan KPI Idling And Minor Stoppages aktivitas ganti sikat turun dari 1,07% menjadi 0,61% atau mengalami penurunan relatif sebesar 42,99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perbaikan berbasis TPM yang didukung analisis OEE, Six Big Losses, dan analisis akar penyebab mampu mengurangi waktu penghentian pada aktivitas dominan dan meningkatkan efektivitas proses produksi.
Penilaian Risiko Ergonomi dan Keluhan Pada Pekerja Bagian Pengemasan Gift Box Menggunakan REBA dan NBM di Industri Manufaktur Wafer Prasetyo Tri Ananda; Abimanyu; Lifia Citra Ramadhanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.556

Abstract

Aktivitas pengemasan gift box pada Line 7 industri manufaktur wafer dilakukan secara manual, repetitif, dan dalam posisi duduk sehingga berpotensi menimbulkan risiko ergonomi serta keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan menilai risiko ergonomi menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), mengidentifikasi keluhan MSDs menggunakan Nordic Body Map (NBM), serta menyusun rekomendasi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 20 pekerja pada aktivitas feeder, packing, dan solatip. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner NBM. Hasil menunjukkan skor REBA aktivitas feeder sebesar 5, packing sebesar 4, dan solatip sebesar 5, seluruhnya termasuk risiko sedang. Hasil NBM menunjukkan 15 pekerja (75%) berada pada risiko rendah, 3 pekerja (15%) pada risiko sedang, dan 2 pekerja (10%) pada risiko tinggi. Keluhan paling banyak terdapat pada pinggang (80%), punggung (75%), bahu kiri (65%), tangan kanan (65%), dan leher bagian bawah (60%). Rekomendasi meliputi kursi bersandaran, footrest, penyesuaian area kerja, penataan material dalam jangkauan, alat bantu pemindahan bak, micro break, dan pelatihan postur kerja. Usulan masih berupa rancangan sehingga efektivitasnya belum dapat dinilai melalui pengukuran ulang REBA dan NBM.
Peramalan Hasil Produksi Wafer Cokelat Di Industri Makanan Ringan Berbasis Machine Learning Untuk Memenuhi Kebutuhan Permintaan Lifia Citra Ramadhanti; Ahmad Syaifullah; Abimanyu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi model peramalan hasil produksi Wafer Cokelat menggunakan Random Forest untuk mendukung pemenuhan permintaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data historis permintaan dan produksi PT Wafer Cokelat periode Januari 2023 sampai Desember 2025. Data perusahaan berjumlah 9.680 catatan, sedangkan penelitian menggunakan 385 catatan sebagai sampel. Tahap analisis meliputi pengumpulan data, pembersihan data, normalisasi, pembagian data, pemodelan Random Forest pada Orange Data Mining, serta evaluasi menggunakan MSE, RMSE, MAE, MAPE, sMAPE, dan R². Hasil pengujian menunjukkan MSE sebesar 2.871.874,787, RMSE 1.694,690, MAE 1.335,492, MAPE 18,352%, sMAPE 13,454%, dan R² 0,903. Nilai MAPE menunjukkan kategori peramalan yang baik, sedangkan R² menunjukkan bahwa model menjelaskan 90,3% variasi data pada pengujian. Perbandingan dengan Exponential Smoothing pada POM-QM menunjukkan bahwa Random Forest lebih adaptif terhadap fluktuasi data. Model ini dapat digunakan sebagai dasar pendukung perencanaan produksi dan pengendalian persediaan, dengan tetap mempertimbangkan pembaruan data dan variabel eksternal.
Integrated Analysis of Waste Cream for Improving PE Plastic Usage in Chocolate Production Using Lean Manufacturing Abby Yazid Bustommy; Azhar; Abimanyu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.553

Abstract

Waste cream pada proses produksi cokelat menyebabkan kehilangan bahan baku dan meningkatkan penggunaan plastik polyethylene (PE) pada proses rework. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab waste cream serta mengevaluasi dampaknya terhadap penggunaan plastik PE menggunakan pendekatan Lean Manufacturing. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui studi kasus di PT AZX Divisi Coklat. Analisis meliputi pemetaan proses menggunakan Supplier-Input-Process-Output-Customer (SIPOC), Diagram Pareto, Fishbone Diagram, analisis dampak biaya penggunaan plastik PE, serta penyusunan usulan perbaikan menggunakan metode 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waste cream selama Februari–Juli 2025 mencapai 123.420 kg. Pemborosan terbesar berasal dari cream yang jatuh ke lantai (40,31%), kebocoran pompa (37,43%), dan sisa cream pada conveyor (22,26%). Pemborosan tersebut meningkatkan penggunaan plastik PE menjadi 12.442 lembar dengan biaya Rp8.483.000. Usulan perbaikan diharapkan mampu mengurangi waste cream, mengoptimalkan penggunaan plastik PE, dan meningkatkan efisiensi proses produksi.