Efektivitas mesin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas dan produktivitas proses produksi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat efektivitas mesin produksi biskuit, mengidentifikasi sumber kehilangan produksi yang dominan, menentukan penyebab utama Minor Stop Process, serta menerapkan tindakan perbaikan berbasis Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi Idling And Minor Stoppages. Pengukuran efektivitas mesin dilakukan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri atas Availability, Performance, dan Quality. Identifikasi kehilangan dilakukan menggunakan Six Big Losses, kemudian dilanjutkan dengan Diagram Pareto untuk menentukan prioritas masalah, Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dan Five Why Analysis untuk menelusuri akar penyebab. Hasil pengukuran baseline analitis menunjukkan Availability sebesar 95,27%, Performance 95,97%, Quality 99,47%, dan OEE sebesar 90,95%. Total Six Big Losses selama periode penelitian mencapai 8.992,815 menit, dengan Idling And Minor Stoppages sebagai kehilangan terbesar sebesar 4.918 menit atau 54,69%. Minor Stop Process mencapai 4.752 menit, sedangkan aktivitas ganti sikat, nampan, dan kain poles telur menjadi penyebab dominan dengan waktu kehilangan 4.172 menit atau 87,79% dari total Minor Stop Process. Berdasarkan analisis akar penyebab, tindakan perbaikan dilakukan melalui pengembangan standing sikat dengan sliding system, pijakan operator, pengaturan levelling dan ball transfer pada nampan, penambahan T-joint dan valve, serta penambahan roll kain poles. Implementasi tersebut menurunkan total waktu lima subaktivitas dari 545 detik menjadi 145 detik atau 73,39%. Downtime aktual per kejadian berkurang dari sekitar 15–25 menit menjadi 2–3 menit, sedangkan KPI Idling And Minor Stoppages aktivitas ganti sikat turun dari 1,07% menjadi 0,61% atau mengalami penurunan relatif sebesar 42,99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perbaikan berbasis TPM yang didukung analisis OEE, Six Big Losses, dan analisis akar penyebab mampu mengurangi waktu penghentian pada aktivitas dominan dan meningkatkan efektivitas proses produksi.