Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah cincin api (Ring of Fire) sehingga memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi. Bangunan 25 Lantai termasuk ke dalam kategori bangunan dengan tingkat risiko tinggi sehingga harus tetap berfungsi setelah terjadi gempa. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur yang mampu memberikan kinerja seismik yang baik. Penelitian ini bertujuan merencanakan struktur atas Gedung 25 Lantai menggunakan analisis dinamik Push Over sesuai SNI 1726:2019. Model struktur dibuat menggunakan perangkat lunak ETABS dengan sistem struktur beton bertulang. Pembebanan meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa menggunakan rekaman percepatan gempa yang telah diskalakan terhadap spektrum respons desain. Parameter yang dievaluasi meliputi simpangan antar lantai (story drift), perpindahan total (displacement), gaya geser dasar (base shear), momen, gaya aksial, serta kebutuhan tulangan pada balok dan kolom. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur memenuhi persyaratan simpangan antar lantai berdasarkan SNI 1726:2019 serta memiliki kapasitas yang memadai dalam menahan beban gravitasi dan gempa.
Copyrights © 2026