Penelitian Pendidikan Agama Islam tidak hanya berlangsung melalui jalur formal, tetapi juga melalui lembaga nonformal berbasis komunitas dan budaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pendekatan pendidikan agama yang bersifat formalistik belum sepenuhnya efektif dalam membentuk karakter religius generasi muda, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Di sisi lain, metode dakwah Sunan Kalijaga yang bersifat kultural, persuasif, dan adaptif terbukti berhasil menginternalisasikan nilai-nilai Islam melalui media budaya lokal. Pagar Nusa Ranting Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, hadir sebagai ruang sosial dan spiritual yang potensial dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda melalui pendekatan yang serupa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan konsep metode dakwah sunan kalijaga sebagai bentuk dakwah kultural (2) mendeskripsikan penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan Pagar Nusa Ranting Gosari; dan (3) mendeskripsikan implementasi metode dakwah Sunan Kalijaga dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di Pagar Nusa Ranting Gosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis mix method dari studi literature dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui penelusuran dan pengkajian pustaka, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data meliputi pengurus, pelatih, dan anggota Pagar Nusa Ranting Gosari. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode dakwah Sunan Kalijaga merupakan pendekatan dakwah kultural yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan (habit formation), dan komunikasi simbolik; (2) nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang ditanamkan di Pagar Nusa Ranting Gosari meliputi nilai keimanan, ibadah, akhlak, dan sosial yang diinternalisasikan melalui latihan rutin, doa bersama, disiplin, dan kegiatan sosialkeagamaan; (3) implementasi metode dakwah Sunan Kalijaga di Pagar Nusa Ranting Gosari terwujud melalui keteladanan pelatih, pembiasaan adab, pemanfaatan tradisi lokal, serta pembinaan kolektif berbasis komunitas yang selaras dengan prinsip dakwah kultural Walisongo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pagar Nusa Ranting Gosari tidak hanya berfungsi sebagai wadah bela diri, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan nonformal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan berbasis budaya lokal. Metode dakwah Sunan Kalijaga terbukti relevan dan dapat diimplementasikan dalam konteks pembinaan generasi muda masa kini
Copyrights © 2026