Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian target organisasi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance, disiplin kerja, dan beban kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Seluruh 143 pegawai aparatur sipil negara dijadikan responden melalui teknik sampling total (sensus). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif terhadap kinerja (Estimate=0,283, p=0,008), disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (0,240, p=0,013), beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (0,125, p=0,008), dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (0,726, p=0,006). Work-life balance (−0,033, p=0,574), dan disiplin kerja (0,126, p=0,056) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, beban kerja (0,132, p=0,003) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh work-life balance terhadap kinerja, tetapi memediasi pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja. Temuan menegaskan pentingnya pengelolaan kedisiplinan, beban kerja yang proporsional, dan pengalaman kerja yang memuaskan untuk mendukung kinerja ASN.
Copyrights © 2026