Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Marketing Mix dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Masuk Universitas dengan Kepercayaan sebagai Variabel Mediasi: Studi Kasus Maba Manajemen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang Atania Rosyada; Bayu Kurniawan; Ratih Hesty Utami Puspitasari
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.7865

Abstract

This study examines the influence of marketing mix and service quality on university enrollment decisions, with trust as a mediating variable, among new students of the Management Study Program at Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang in 2025. Employing a quantitative approach and Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS on 159 respondents, results reveal that service quality positively and significantly affects enrollment decisions (p=0.018), as does trust (p=0.011). Conversely, marketing mix shows no significant effect on trust or enrollment decisions, either directly or through trust mediation. The failure of marketing mix as a predictor is attributed to the post-pandemic homogenization of promotional strategies among private universities, where prospective students — increasingly positioned as rational consumers — no longer differentiate institutions based on conventional marketing signals. Instead, they rely on direct experiential evidence such as staff responsiveness, administrative clarity, and facility availability as primary decision-making anchors. Theoretically, this study reinforces service-dominant logic by confirming the primacy of service quality over marketing mix in competitive private higher education markets, while affirming a paradigm shift from marketing-driven toward service-driven institutional strategy. Practically, university management is advised to reallocate resources from conventional promotional budgets toward frontline staff training, administrative process optimization, and campus facility upgrading as the primary strategy for attracting prospective students.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada CV Berkah Surya Abadi Kendal) Kukilo Nilam Megorantri; Bayu Kurniawan; Rauly Sijabat
Journal Social Society Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.2.2025.878

Abstract

Tingginya tingkat turnover intention karyawan menjadi perhatian penting bagi perusahaan karena dapat mengganggu kelancaran operasional, menurunkan produktivitas, dan menyebabkan hilangnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi. Hal ini menjadi krusial terutama di era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, di mana perusahaan membutuhkan karyawan yang stabil dan kompeten untuk mencapai target organisasi. Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah adanya kecenderungan turnover intention yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi perusahaan. Situasi ini menjadi semakin krusial apabila karyawan yang memutuskan untuk keluar merupakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi. Kondisi tersebut dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan sekaligus menyebabkan hilangnya waktu serta peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mencapai target organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention, dengan kepuasan kerja ditempatkan sebagai variabel mediasi. Penelitian dilaksanakan di CV Berkah Surya Abadi Kendal menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus (sampel jenuh) yang melibatkan 113 responden. Selanjutnya, data yang terkumpul diuji dengan menggunakan perangkat lunak SEM AMOS versi 29 untuk menguji validitas, reliabilitas, asumsi SEM, kesesuaian model, dan pengujian hipotesis. Temuan penelitian menunjukkan beberapa hal penting. Pertama, lingkungan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kedua, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Ketiga, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Keempat, lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap turnover intention. Kelima, stres kerja juga berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Keenam, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui mediasi kepuasan kerja. Ketujuh, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi.
Pengaruh Harga, Kualitas Produk, terhadap keputusan Pembelian Smartphone Iphone dengan Gaya Hidup sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Konsumen GEN Z Kota Semarang) Cahya Kamila Insani; Bayu Kurniawan; Aditiya Pratama Nugroho
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone iPhone dengan gaya hidup sebagai variabel intervening pada konsumen Generasi Z di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berdomisili di Kota Semarang, berusia 17–29 tahun, dan pernah membeli smartphone iPhone. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup. Harga tidak berpengaruh secara langsung terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas produk juga tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, gaya hidup terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian serta memediasi secara penuh hubungan antara harga dan keputusan pembelian. Namun demikian, gaya hidup tidak mampu memediasi hubungan antara kualitas produk dan keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa pada konsumen Generasi Z, keputusan pembelian iPhone lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup dibandingkan pertimbangan harga maupun kualitas produk secara langsung.