Kecenderungan muzakki di Kabupaten Aceh Besar dalam menunaikan zakat masih dilakukan secara mandiri tanpa melalui lembaga pengelola zakat. Kondisi ini tercermin dari kesenjangan antara potensi zakat di kabupaten aceh besar yang mencapai 280 miliar sedangkan penerimaan zakat hanya berkisar 11 miliar pertahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa Baitul Mal belum optimal dalam menjangkau seluruh segmen muzaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan muzakki dalam membayar zakat melalui Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner karena variabel keputusan bersifat dikotomis, yaitu memilih dan tidak memilih Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan minat, religiusitas, kesadaran, kepercayaan, dan aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap keputusan muzakki, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara parsial, minat berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,040; religiusitas berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai 0,001; kesadaran berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai 0,002; kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai 0,000; serta aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai 0,018. Model regresi menunjukkan kelayakan yang baik berdasarkan uji Hosmer and Lemeshow dengan nilai signifikansi 0,991, nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,716, dan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 89%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelima variabel penelitian secara bersama-sama mampu menjelaskan keputusan muzakki dalam memilih Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar dan menjadi faktor penting dalam meningkatkan penghimpunan zakat melalui lembaga resmi.
Copyrights © 2026