Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh visibilitas lokasi dan direct selling terhadap minat beli konsumen Generasi Z pada Vespa Coffee di Kabupaten Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer. Populasi penelitian adalah konsumen Generasi Z Vespa Coffee yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Cochran dan diperoleh 96 responden melalui purposive sampling dengan kriteria berusia 17–31 tahun, pernah melakukan pembelian di Vespa Coffee, dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visibilitas lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (B = 0,498; t = 7,095; sig. = 0,000), sedangkan direct selling juga berpengaruh positif dan signifikan (B = 0,319; t = 4,500; sig. = 0,000). Secara simultan, visibilitas lokasi dan direct selling berpengaruh signifikan terhadap minat beli (F = 54,949; sig. = 0,000). Nilai R Square sebesar 0,542 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 54,2% variasi minat beli, sedangkan 45,8% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan konsumen dalam mengenali dan menjangkau lokasi usaha serta kualitas interaksi penjualan langsung merupakan faktor penting dalam mendorong minat beli konsumen Generasi Z pada Vespa Coffee
Copyrights © 2026