Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang bebannya kian berat dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu pemicu utama kematian dini secara global. Laporan kasus ini disusun untuk menggambarkan tata laksana hipertensi grade 2 disertai obesitas secara holistik pada seorang laki-laki dewasa muda melalui pendekatan kedokteran keluarga, di wilayah kerja Puskesmas Legok, Kabupaten Tangerang. Studi kasus kualitatif deskriptif ini disusun dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penelusuran kondisi rumah, penilaian fungsi keluarga memakai instrumen APGAR dan SCREEM, serta telaah determinan kesehatan melalui kerangka Mandala of Health, sepanjang 01 Desember 2025 sampai 24 Januari 2026. Penegakan diagnosis mengacu pada diagnosis holistik lima aspek kedokteran keluarga. Pasien mendapat amlodipine sebagai terapi farmakologi, dilengkapi edukasi diet DASH dan anjuran berolahraga. Tekanan darah pasien tercatat turun dari 165/112 mmHg saat kunjungan pertama menjadi 125/80 mmHg pada kunjungan kelima — masing-masing setara penurunan 24,2% (sistolik) dan 28,6% (diastolik) — seiring membaiknya kepatuhan minum obat dari waktu ke waktu. Skor APGAR keluarga yang mencapai 10 mengindikasikan fungsi keluarga berjalan baik, kendati penilaian SCREEM mendapati persoalan pada ranah ekonomi. Dapat disimpulkan, tata laksana hipertensi grade 2 melalui pendekatan kedokteran keluarga yang menekankan edukasi berkesinambungan serta pelibatan keluarga mampu memperbaiki pengendalian tekanan darah sekaligus kepatuhan berobat pasien di layanan primer.
Copyrights © 2026