Fasilitas sanitasi perlu dirancang agar aman, mudah digunakan, mudah dibersihkan, serta sesuai dengan keragaman usia pengguna. Salah satu persoalan pada closet jongkok konvensional adalah penggunaan satu ukuran bukaan yang tidak selalu sesuai untuk anak dan dewasa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan konseptual closet dua lubang yang mengintegrasikan fungsi sanitasi anak dan dewasa dalam satu unit, sekaligus mempertahankan prinsip keselamatan, kebersihan, efisiensi ruang, dan kemudahan pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah penelitian perancangan berbasis research and development yang meliputi identifikasi kebutuhan, perumusan kriteria desain, pengembangan alternatif, pemodelan tiga dimensi, analisis fungsi, dan evaluasi konseptual terhadap aspek ergonomi serta sistem pembilasan. Rancangan menghasilkan satu unit closet dengan dimensi awal 600 × 500 × 250 mm, dua bukaan dengan diameter konseptual sekitar 125 mm untuk dewasa dan 70 mm untuk anak, permukaan pijakan anti-slip, serta sistem pembilasan dual flush 3 L/6 L. Sistem aliran pada gambar rancangan dilengkapi jalur pembilas dan water seal/S-trap untuk membantu mengendalikan bau dan membatasi masuknya serangga atau gas dari saluran pembuangan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konfigurasi dua bukaan dalam satu unit berpotensi meningkatkan fleksibilitas penggunaan keluarga, menghemat ruang dibanding dua unit terpisah, dan memberi peluang pengembangan produk sanitasi yang lebih inklusif. Namun, dimensi yang disajikan masih merupakan spesifikasi desain awal dan perlu divalidasi melalui prototipe, uji ergonomi anak-dewasa, uji hidraulik, uji kebocoran, uji stabilitas, serta uji kebersihan sebelum produksi massal.
Copyrights © 2026