Balikpapan memiliki peran strategis sebagai pusat pendukung kegiatan logistik dan perekonomian bagi Nusantara (Ibu Kota Nusantara/IKN). Peningkatan ak-tivitas pembangunan di wilayah tersebut turut mendorong terjadinya inflasi dae-rah yang berpengaruh terhadap harga material, upah tenaga kerja, serta estimasi biaya pembangunan rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak inflasi daerah terhadap estimasi biaya konstruksi rumah tinggal dua lan-tai Tipe 600 di Kota Balikpapan selama periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang di-analisis berupa data sekunder, meliputi harga material, upah tenaga kerja, dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) pada setiap tahun pengamatan. Selan-jutnya, data tersebut digunakan untuk menyusun kembali Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek secara tahunan. Perubahan biaya konstruksi dianalisis me-lalui perhitungan deviasi absolut dan deviasi relatif kumulatif untuk mengetahui tingkat kenaikan biaya serta komponen pekerjaan yang paling sensitif terhadap inflasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total harga material mengalami ke-naikan rata-rata sebesar 13% per tahun. Sementara itu, upah pekerja, tenaga terampil, mandor, dan pengawas meningkat sekitar 4,7%–4,8% per tahun. Kon-disi tersebut menyebabkan estimasi total biaya konstruksi meningkat dari Rp1.888.331.209,64 pada tahun 2021 menjadi Rp2.700.303.193,40 pada tahun 2025, atau mengalami kenaikan kumulatif sebesar 37,55%. Deviasi kumulatif lebih dari 50% ditemukan pada pekerjaan kelistrikan, sanitasi dan pemipaan, atap, persiapan, beton, serta pengecatan. Pekerjaan kelistrikan mencatat deviasi tertinggi sebesar 76,5%, diikuti pekerjaan sanitasi dan pemipaan sebesar 71,1% serta pekerjaan atap sebesar 69,8%. Hasil ini menegaskan pentingnya memper-timbangkan inflasi daerah dalam penyusunan RAB, khususnya untuk meningkat-kan ketepatan perencanaan anggaran dan efektivitas pengendalian biaya kon-struksi di Balikpapan.
Copyrights © 2026