Permasalahan komunikasi dalam kehidupan bersama di panti asuhan dapat muncul melalui candaan, ejekan, sindiran, maupun respons verbal yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan melatih keterampilan komunikasi empatik penghuni panti melalui program “Menjaga Kata, Merawat Rasa”. Program melibatkan 22 peserta dari jenjang SD/MI, SMP, dan SMA serta dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan alur Sadar → Pahami → Dengar & Jeda → Respons. Kegiatan menggunakan ceramah interaktif, studi kasus, diskusi, latihan berpasangan atau kelompok, role play, dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest, observasi role play, evaluasi kegiatan, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman komunikasi empatik dari 5,50 menjadi 7,05, dengan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Observasi menunjukkan bahwa peserta mulai mempraktikkan keterampilan komunikasi empatik dalam situasi latihan, meskipun beberapa keterampilan masih membutuhkan arahan. Peserta juga memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan program. Program ini memberikan hasil pembelajaran jangka pendek yang positif terutama pada pemahaman komunikasi empatik serta memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba keterampilan tersebut dalam situasi latihan.
Copyrights © 2026