PT Nusantara Pangan Sejahtera menghadapi fluktuasi varians defect pada proses produksi adonan Work In Process (WIP) Sereal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi baseline, menentukan CTQ dominan, mengidentifikasi akar penyebab, serta mengevaluasi perbaikan berbasis DMAIC yang diperkuat Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur terhadap tujuh narasumber, serta data historis produksi periode September 2025-Februari 2026 dengan total sampling. Hasil menunjukkan persentase defect rata-rata sebesar 2,97%. CTQ kadar air menjadi penyumbang terbesar sebesar 47,82%, dengan DPMO 14.191,191 dan nilai sigma 3,69. Homogenitas memiliki DPMO 8.206,862 dan sigma 3,90, sedangkan tekstur memiliki DPMO 7.276,998 dan sigma 3,94. FTA menemukan sembilan basic event yang menjadi akar penyebab pada CTQ kadar air dan homogenitas. FMEA menetapkan FM-A6 dengan RPN 245 dan FM-B3 dengan RPN 210 sebagai mode kegagalan prioritas. Perbaikan dilakukan melalui pemasangan flowmeter otomatis, penerapan One Point Lesson (OPL) standar waktu pengadukan, dan revisi SOP mixing. Evaluasi Maret-Juni 2026 menunjukkan defect total turun menjadi 1,59%. Nilai sigma meningkat menjadi 3,99 untuk kadar air, 4,08 untuk homogenitas, dan 4,11 untuk tekstur. Hasil tersebut menunjukkan DMAIC yang diperkuat FTA dan FMEA efektif menurunkan defect dan meningkatkan kapabilitas proses.
Copyrights © 2026