Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada 1000 HPK, termasuk praktik pemberian ASI eksklusif dan MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stunting berdasarkan riwayat pemberian ASI eksklusif dan MPASI pada baduta usia 6–24 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilaksanakan bulan Januari–Mei 2026. Jumlah sampel sebanyak 90. Data yang dikumpulkan data primer meliputi identitas responden dan sampel, data antropometri, riwayat pemberian ASI eksklusif, jenis, jumlah, dan bentuk MPASI. Data sekunder diperoleh dari Puskesmas Todo berupa jumlah balita dan baduta usia 6–24 bulan. Pengolahan data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31,1% sampel mengalami stunting. Pada kelompok sampel dengan status stunting, sebanyak 64,3% tidak mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan 64,3% mendapatkan jenis MPASI yang tidak sesuai. Selain itu, sebanyak 67,9% mendapatkan jumlah dan bentuk MPASI yang tidak sesuai. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada perbedaan proporsi signifikan antara ASI eksklusif, jenis, jumlah, dan bentuk MPASI dengan status stunting dengan nilai p >0,05. Dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi antara pemberian ASI eksklusif dan MPASI dengan status stunting pada baduta usia 6–24 bulan. Disarankan untuk meningkatkan edukasi MPASI dengan memperhatikan kualitasnya sehingga memperoleh status pertumbuhan yang optimal.
Copyrights © 2026