Kerusakan dan kekurangan komponen pada alat peraga sistem AC mobil di Politeknik Negeri Malang PSDKU Lumajang menyebabkan alat tidak dapat digunakan secara optimal sebagai media pembelajaran praktikum. Permasalahan yang ditemukan meliputi tidak adanya motor penggerak, kerusakan evaporator dan receiver dryer, kebocoran pipa refrigeran, serta belum tersedianya alat ukur tekanan dan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan memodifikasi alat peraga sistem AC mobil agar dapat digunakan kembali serta mampu menampilkan data tekanan dan suhu refrigeran secara realtime. Perbaikan dilakukan dengan menambahkan motor penggerak yang dilengkapi inverter, mengganti evaporator, mengganti receiver dryer, memperbaiki kebocoran pipa refrigeran. Modifikasi dilakukan dengan memasang empat pressure gauge dan empat sensor thermocouple yang terhubung dengan Arduino Nano, modul MAX6675, dan LCD I2C 20×4. Pengujian dilakukan pada empat titik pengamatan, yaitu keluaran evaporator (P1,T1); keluaran kompresor (P2,T2); keluaran kondensor (P3,T3); dan masuk evaporator (P4,T4). Hasil pengujian menunjukkan tekanan masing-masing 1,8 bar (P1); 10,5 bar (P2); 10,5 bar (P3); dan 1,8 bar (P4) dengan suhu sebesar 26,5°C (T1); 87,25°C (T2); 31°C (T3), dan 8°C (T4). Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat peraga telah berfungsi dengan baik dan mampu mengukur tekanan dan suhu sistem refrigerasi secara realtime, namun motor belum mampu menggerakkan kompresor secara optimal pada massa refrigeran penuh.
Copyrights © 2026