Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian risiko keselamatan penumpang akibat penerapan alur dua arah pada satu peron di Stasiun Tangerang. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya kepadatan penumpang pada area peron, terutama saat jam sibuk, yang menyebabkan desak-desakan, arus penumpang berlawanan, serta risiko penumpang terjatuh. Berdasarkan survey pendahuluan terhadap 30 responden,indicator kondisi peron pada saat jam sibuk memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,37 yang menunjukan bahwa kepadatan menjadi faktor yang paling mempengaruhi keselamatan penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna KRL, wawancara dengan petugas keamanan dalam (PKD), serta dokumentasi kondisi peron. Tahapan penelitian meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan nilai likelihood dan consequence menggunakan matriks risiko AS/NZS 4360:2004, serta penentuan pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukan terdapat 7 potensi bahyaa pada area peron Stasiun Tangerang. Berdasarkan hasil penilaian risiko menggunakan metode HIRARC diperoleh 1 risiko kategori high dan 6 risiko kategori moderate. Risiko tertinggi terdapat pada aktivitas naik dan turun kereta dengan nilai risiko 12 (high) yang disebabkan oleh kondisi desak-desakan penumpag terjatuh, terpelosok pada celah peron, serta mengalami cedera. Pengendalian risiko yang diusulkan meliputi pengaturan arus penumpang, penambahan pengawasan petugas saat jam sibuk, pemberian marka arah, serta pengaturan jalur perpindahan penumpang pada area peron.
Copyrights © 2026