Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah pedesaan sering kali menghadapi keterbatasan dalam aspek legalitas, manajemen keuangan, serta jangkauan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendampingan terpadu yang mencakup kesiapan sertifikasi halal, Business Model Canvas (BMC), literasi keuangan syariah, dan digitalisasi pemasaran dalam meningkatkan kapasitas serta indikator daya saing UMKM di Desa Mekarmanik. Pendekatan partisipatif diterapkan kepada 14 peserta, yang terdiri dari 11 pelaku UMKM olahan pangan, Pemerintah Desa, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), dan Koperasi Rasagalor. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan deskriptif hasil pre-test dan post-test. Rata-rata nilai pre-test meningkat dari 86,67% menjadi 100% pada post-test, atau naik 13,33 poin persentase. Selain itu, peserta berhasil menyusun dokumen BMC, menerapkan pencatatan keuangan sederhana, mengoptimalkan Google Business Profile dan TikTok Shop, serta memperoleh sertifikasi halal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan terpadu menghasilkan penguatan kapasitas manajerial, legalitas, dan pemasaran digital yang mendukung daya saing UMKM secara terukur pada tingkat lokal.
Copyrights © 2026