Usaha ayam ras petelur merupakan kegiatan agribisnis yang penting dalam penyediaan pangan asal hewan dan pendapatan peternak. Keberlanjutan usaha dipengaruhi oleh produktivitas, biaya produksi, terutama pakan, serta harga telur di tingkat peternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan, biaya, pendapatan, Revenue-Cost Ratio (R/C), dan Break-Even Point (BEP) usaha ayam ras petelur pada Asosiasi Berkah Telur Makmur Purworejo. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden berjumlah 50 peternak dan ditetapkan melalui sampling jenuh. Data primer diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan pencatatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan sebesar Rp576.421.802 dan total biaya Rp425.406.256 per periode, sehingga pendapatan sebesar Rp151.015.546. Nilai R/C sebesar 1,35 menunjukkan bahwa penerimaan lebih besar daripada biaya. Dengan pendekatan biaya saprodi sebagai biaya variabel utama, BEP produksi diperkirakan 6.010 kg telur dan BEP harga Rp16.882/kg. Produksi aktual 25.199 kg dan harga telur Rp21.270/kg sehingga usaha berada di atas titik impas. Analisis sensitivitas menggunakan kondisi harga 2026 menunjukkan bahwa perubahan harga telur memberikan pengaruh besar terhadap pendapatan. Hasil penelitian menegaskan perlunya pengendalian biaya input, pencatatan usaha, dan penguatan pemasaran untuk mempertahankan kelayakan usaha.
Copyrights © 2026