Penelitian ini bertujuan mengevaluasi motilitas, viabilitas, dan morfologi spermatozoa ayam lokal peranakan ayam hutan merah (Gallus gallus) yang disimpan pada suhu 5°C menggunakan pengencer infus glukosa 5% dan 10%. Penelitian ini bersifat eksperimen yang melibatkan 2 faktor, yaitu konsentrasi glukosa (A) dan lama waktu pengamatan (B) yang masing- masing di ulang sebanyak 3 kali (A1B1: Glukosa 5% - 0 menit, A1B2: Glukosa 5% - 15 menit, A1B3: Glukosa 5% - 30 menit, A2B1: Glukosa 10% - 0 menit, A2B2: Glukosa 10% - 15 menit, A2B3: Glukosa 10% - 30 menit). Dari hasil penelitian, persentase motilitas tertingi terdapat pada perlakuan A2B3 sebesar 72,60% sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan A2B1 dengan rata-rata sebesar 64,96%. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan A2B3 memberikan kondisi yang paling optimal untuk meningkatkan motilitas. Selanjutnya pada persentase viabilitas, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan A2B2 sebesar 75,44%, sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan A2B3 dengan nilai sebesar 58,49%. Persentase abnormalitas tertingi terdapat pada perlakuan A2B1 sebesar 54,77% sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada perlakuan A1B1 dengan nilai sebesar 39,45%. Dapat disimpulkan bahwa pengenceran menggunakan glukosa dan lama waktu penyimpanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap persentase motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam lokal peranakan ayam hutan merah (Gallus gallus).
Copyrights © 2026