Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perputaran kas, struktur modal, dan pertumbuhan penjualan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) pada perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2023–2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data panel dari 18 perusahaan sampel yang diolah menggunakan perangkat lunak STATA-17. Pemilihan model dilakukan melalui uji Chow, uji Lagrange Multiple (LM), dan uji Hausman, menghasilkan Random Effect Model (REM) sebagai model yang paling sesuai. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (p = 0,121 > 0,05), sedangkan struktur modal memiliki pengaruh negatif dan signifikan (p = 0,008 < 0,05). Pertumbuhan penjualan tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan (p = 0,097 > 0,05). Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (Prob > chi2 = 0,0430 < 0,05). Nilai R-squared keseluruhan sebesar 0,1750 menunjukkan bahwa model tersebut menjelaskan 17,50% dari variasi profitabilitas perusahaan.
Copyrights © 2026