Tingginya nilai rolling resistance pada jalan angkut dapat menyebabkan kinerja alat angkut menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan cycle time sehingga akan berdampak pada penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai rolling resistance, menentukan produktivitas aktual alat angkut serta merekomendasikan upaya perbaikan guna meningkatkan produktivitas alat angkut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang meliputi data geometri jalan angkut, nilai amblesan, waktu edar, jumlah pengisian bucket, waktu hambatan, waktu kerja perusahaan dan spesifikasi alat angkut. Pengolahan data dilakukan melalui perhitungan geometri jalan, rolling resistance, cycle time dan produktivitas alat pada kondisi eksisting. Hasil pengolahan data digunakan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan rolling resistance berupa penimbunan amblesan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas alat angkut. Nilai rolling resistance yang sudah diperbaiki kemudian digunakan untuk simulasi dengan aplikasi TALPAC guna mendapatkan cycle time dan produktivitas alat angkut setelah perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 segmen yang memiliki nilai rolling resistance di atas standar 4%, dengan nilai tertinggi 23,6% pada segmen 18. Amblesan jalan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan rolling resistance, di mana setiap kenaikan amblesan 1 cm meningkatkan nilai rata-rata sebesar 1,9%. Hasil simulasi berdasarkan nilai rolling resistance yang sudah diperbaiki menunjukkan adanya penurunan cycle time rata-rata sebesar 23,07% yang menyebabkan adanya peningkatan produktivitas alat angkut rata-rata sebesar 21,95%.
Copyrights © 2026