Kondisi jalan angkut yang belum optimal, seperti amblesan dan kemiringan yang tidak sesuai standar, meningkatkan total resistance sehingga menurunkan kecepatan serta meningkatkan rasio bahan bakar alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh total resistance terhadap kecepatan dan rasio bahan bakar.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang meliputi data geometri jalan, total resistance, kecepatan, cycle time, produktivitas, dan konsumsi bahan bakar yang ditinjau pada kondisi alat bermuatan dan kosong. Pengolahan data dilakukan melalui perhitungan total resistance, cycle time, produktivitas, dan rasio bahan bakar alat pada kondisi eksisting. Kemudian dilakukan upaya perbaikan total resistance untuk menganalisis pengaruh total resistance terhadap produktivitas, speed, dan fuel ratio alat angkut dengan membandingkan hasil sebelum dan setelah perbaikan dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa perbaikan rolling resistance meningkatkan kecepatan sebesar 104,98% (kosong) dan 0,73% (bermuatan), meningkatkan produktivitas sebesar 2,91%, serta menurunkan fuel ratio dari 0,134 menjadi 0,133. Kemudian, kombinasi perbaikan rolling resistance dan grade resistance menghasilkan peningkatan kecepatan sebesar 116,39% (kosong) dan 5,39% (bermuatan), peningkatan produktivitas sebesar 7,52%, serta penurunan fuel ratio menjadi 0,121.
Copyrights © 2026