Latar belakang : Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap tekanan akademik yang dapat memicu kecemasan. Data I-NAMHS (2022) menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Survei awal di MAN 1 Kota Tangerang menemukan 25 dari 38 siswa mengalami kecemasan berlebih saat menghadapi ujian, yang diduga berkaitan dengan rendahnya motivasi belajar dan buruknya kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi belajar dan kualitas tidur terhadap kecemasan pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 154 siswa kelas X dan XI, dengan sampel 122 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, kualitas tidur, dan kecemasan berskala Likert, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (53,3%), berusia 16-17 tahun (69,7%), dan duduk di kelas IX (50,8%). Sebesar 53,3% responden mengalami kecemasan berat, 57,4% memiliki motivasi belajar rendah, dan 50,8% memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kecemasan (p = 0,000) serta antara kualitas tidur dengan kecemasan (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan kualitas tidur terhadap kecemasan pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang. Remaja dengan motivasi belajar rendah dan kualitas tidur buruk cenderung memiliki risiko kecemasan yang lebih tinggi. Pihak sekolah disarankan meningkatkan program bimbingan konseling dan edukasi kesehatan mental untuk mendukung motivasi belajar dan kualitas tidur siswa.
Copyrights © 2026