Jaenudin Saputra
Universitas Yatsi Madani

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMAN 11 Kabupaten Tangerang Luisa Putri Syawalia; Jaenudin Saputra; Cicirosnita Jayadi Idu
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 2 (2024): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i2.551

Abstract

Pendahuluan: Siklus menstruasi merupakan salah satu aspek penting dalam reproduksi wanita dan mempengaruhi beberapa proses dalam sistem reproduksi. Faktor yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, diantaranya stres, gangguan hormonal, tiroid dan hormon berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 160 responden yang dipilih dengan teknik Accidental sampling. Analisis Data: Menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p = 0,001). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat stres berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Diperlukan upaya edukasi dan promosi kesehatan untuk mendorong remaja mengelola stres secara efektif, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi.
Hubungan Kebersihan Kulit Wajah Dan Pola Makan Terhadap Kejadian Acne Vulgaris Pada Remaja Di Sekolah Smk Bhakti Anindya Pasar Baru Kota Tangerang Amelia Damayanti; Dian Perwita Fitrianingrum; Jaenudin Saputra
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2269

Abstract

Latar belakang: Acne vulgaris adalah masalah kulit yang sering dialami remaja akibat peradangan pada folikel polisebasea yang dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis. Prevalensi acne vulgaris pada remaja cenderung meningkat setiap tahun, dengan kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 15-19 tahun. Kebersihan kulit wajah yang kurang optimal serta pola makan tinggi lemak dan gula diduga berhubungan dengan peningkatan produksi sebum yang memperparah kondisi acne vulgaris. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebersihan kulit wajah dan pola makan terhadap kejadian acne vulgaris pada remaja di SMK Bhakti Anindya Pasar Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 121 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara kebersihan kulit wajah (p=0,001) dan pola makan (p=0,000) dengan kejadian acne vulgaris. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah kebersihan kulit wajah dan pola makan berperan penting dalam kejadian acne vulgaris pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kulit wajah dan menerapkan pola makan sehat sebagai langkah pencegahan acne vulgaris pada remaja.
Pengaruh Edukasi Gizi Berbasis Keluarga Dan Perilaku Pemberian MP-ASI Terhadap Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Legok Sukamaju Syafridah Zainurohmi; Dian Perwita Fitrianingrum; Jaenudin Saputra
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2271

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui edukasi gizi berbasis keluarga dan pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi berbasis keluarga dan pemberian MP-ASI terhadap balita stunting di Desa Legok Sukamaju. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner edukasi gizi berbasis keluarga dan pemberian MP-ASI. Analisis data dilakukan menggunakan uji paraid Sample t-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata skor edukasi gizi berbasis keluarga meningkat dari 6,60 menjadi 9,83, sedangkan rata-rata skor pemberian MP-ASI meningkat dari 6,68 menjadi 9,95 setelah diberikan intervensi. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi gizi berbasis keluarga dan pemberian MP-ASI terhadap balita stunting. Kesimpulan : Edukasi gizi berbasis keluarga dan pemberian MP-ASI yang tepat dapat berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga sebagai upaya pencegahan stunting pada balita.
Hubungan Motivasi Belajar Dan Kualitas Tidur Terhadap Kecemasan Pada Remaja Di MAN 1 Kota Tangerang Novia Dwi Fitriyani; Dian Perwita Fitrianingrum; Jaenudin Saputra
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2272

Abstract

Latar belakang : Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap tekanan akademik yang dapat memicu kecemasan. Data I-NAMHS (2022) menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Survei awal di MAN 1 Kota Tangerang menemukan 25 dari 38 siswa mengalami kecemasan berlebih saat menghadapi ujian, yang diduga berkaitan dengan rendahnya motivasi belajar dan buruknya kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi belajar dan kualitas tidur terhadap kecemasan pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 154 siswa kelas X dan XI, dengan sampel 122 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, kualitas tidur, dan kecemasan berskala Likert, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (53,3%), berusia 16-17 tahun (69,7%), dan duduk di kelas IX (50,8%). Sebesar 53,3% responden mengalami kecemasan berat, 57,4% memiliki motivasi belajar rendah, dan 50,8% memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kecemasan (p = 0,000) serta antara kualitas tidur dengan kecemasan (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan kualitas tidur terhadap kecemasan pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang. Remaja dengan motivasi belajar rendah dan kualitas tidur buruk cenderung memiliki risiko kecemasan yang lebih tinggi. Pihak sekolah disarankan meningkatkan program bimbingan konseling dan edukasi kesehatan mental untuk mendukung motivasi belajar dan kualitas tidur siswa.