Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola manajemen pemberdayaan masyarakat yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Ath-Thohiriyah 2 Karanglesem, Purwokerto Selatan, yang merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam rintisan. Sebagai pesantren yang baru berdiri selama empat tahun, diperlukan strategi manajerial yang tepat untuk membangun eksistensi dan peran sosial di tengah masyarakat urban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada pengasuh pesantren, Gus Muhammad Sa’dullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ath-Thohiriyah 2 menerapkan pola manajemen "Dakwah Inklusif-Partisipatif" melalui strategi "menyapa masyarakat". Temuan utama mengungkapkan bahwa pemberdayaan dilakukan dengan memperkuat kajian rutin di masjid dan musala wilayah Karangklesem sebagai upaya rekognisi sosial dan pemberdayaan moral-spiritual. Pola manajemen proaktif ini berhasil memecah kebuntuan komunikasi antara pesantren dan warga, sekaligus menjadi fondasi bagi pemberdayaan ekonomi keumatan jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi mengenai model manajemen adaptif bagi pesantren rintisan dalam membangun modal sosial di lingkungan heterogen.
Copyrights © 2026