Artikel ini menganalisis tiga kerajaan besar Islam Turki Usmani, Safawi, dan Mughal dengan menempatkan konsolidasi kekuasaan, kebijakan pemerintahan, identitas keagamaan, pengelolaan masyarakat, dan transformasi politik sebagai rangkaian proses yang saling berkaitan. Penelitian menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis dokumen. Makalah kelompok yang menjadi sumber awal dikaji kembali dan dibandingkan dengan 25 rujukan Indonesia yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola konsolidasi yang dominan: Usmani melalui kombinasi militer dan birokrasi, Safawi melalui institusionalisasi identitas Syiah yang diperkuat reformasi negara, dan Mughal melalui integrasi elite serta pengelolaan masyarakat plural. Kemunduran ketiganya terjadi melalui kombinasi faktor internal dan eksternal, terutama persoalan suksesi, melemahnya administrasi, beban fiskal, konflik sosial, perubahan teknologi militer, dan tekanan kolonial. Warisan ketiga kerajaan berlanjut dalam transformasi politik Turki, keberlanjutan identitas keagamaan Iran, dan dinamika politik Asia Selatan. Artikel menawarkan pembacaan komparatif yang menghubungkan strategi konsolidasi dengan daya tahan dan kemampuan adaptasi institusi.
Copyrights © 2026