Anak usia sekolah dasar memerlukan pola makan seimbang untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi sayur dengan status gizi anak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan *cross-sectional*. Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form kepada orang tua atau wali anak usia 6–13 tahun menggunakan *purposive sampling*. Dari 38 respons yang diperoleh, sebanyak 29 anak memenuhi kelayakan analisis IMT/U. Konsumsi sayur dinilai berdasarkan skor frekuensi, sedangkan status gizi ditentukan menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur. Hasil menunjukkan 62,1% anak memiliki konsumsi sayur rendah, 27,6% sedang, dan 10,3% tinggi. Status gizi terdiri atas 44,8% normal, 24,1% kurus atau sangat kurus, dan 31,0% gizi lebih atau obesitas. Uji *Fisher-Freeman-Halton* menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayur dan status gizi (p=0,755). Regresi logistik ordinal juga menunjukkan hasil tidak signifikan setelah dikontrol karakteristik responden (OR=0,54; 95% CI=0,21–1,35; p=0,185). Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur belum terbukti berhubungan dengan status gizi anak, sehingga status gizi perlu dipahami sebagai hasil interaksi berbagai faktor pola makan dan keluarga.
Copyrights © 2026