The development of digital technology has significantly transformed the ways children interact and behave. Excessive use of gawais without proper supervision can lead to various emotional and behavioral problems, such as tantrums, decreased empathy, and difficulties in emotional regulation. This phenomenon poses a serious challenge for parents and educators, particularly in shaping children’s character and morals. This community service program aims to enhance the ability of parents and teachers to apply Islamic parenting principles to address children’s gawai addiction through a moral education approach. The program involved 20 parents and four teachers and consisted of an Islamic parenting workshop followed by four weeks of mentoring and behavioral observation. Evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires for parents and observation reports completed by teachers.. Mentoring sessions on Islamic parenting and practical implementation of Islamic child-rearing emphasizing digital supervision, habituation of Islamic manners, and positive family communication. The results showed an increased understanding among parents and teachers regarding the negative impacts of gawai use, changes in parenting behavior (parents began limiting screen time and accompanying children during use), and improvements in children’s emotional regulation and behavior both at school and at home. This program demonstrates that the inculcation of Islamic values, as explained in Tarbiyatul Aulad fil Islam by Ulwan, can serve as an effective solution to nurture digitally literate, morally upright, and well-charactered children in the digital era. Perkembangan teknologi digital telah mengalami perubahan signifikan dalam cara anak berinteraksi dan berperilaku. Penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai masalah emosional dan perilaku, seperti tantrum, penurunan empati, serta kesulitan regulasi emosi. Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi orang tua dan pendidik, khususnya dalam pembentukan karakter dan akhlak anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan orang tua dan guru dalam menerapkan Parenting Islam untuk mengatasi kecanduan gawai anak, melalui pendekatan pendidikan akhlak. Program ini melibatkan 20 orang tua dan empat guru serta terdiri dari lokakarya pengasuhan Islami yang dilanjutkan dengan empat minggu pendampingan dan observasi perilaku. Pendampingan Parenting Islam dan praktik pengasuhan Islami menekankan pengawasan digital, pembiasaan adab Islam, dan komunikasi positif dalam keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dari orang tua dan guru mengenai dampak negatif penggunaan gawai, perubahan perilaku pengasuhan (orang tua mulai membatasi durasi penggunaan gawai dan mendampingi anak), serta perbaikan pengaturan emosi dan perilaku anak di lingkungan sekolah dan rumah. Program ini membuktikan bahwa penanaman nilai-nilai Islam, sebagaimana dijelaskan dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Ulwan, dapat menjadi solusi efektif dalam membentuk anak yang cerdas digital, berakhlak mulia, dan berkarakter di tengah era teknologi
Copyrights © 2026