Lembaga pemasyarakatan di Indonesia telah mengalami perubahan tujuan seiring waktu berjalan. Hal ini mengakibatkan perubahan hukum serta kebijakan seperti mulai terlaksananya berbagai pembinaan. Perubahan ini juga dapat mengakibatkan perubahan subkultur penjara. Subkultur penjara yang diadopsi oleh WBP disebut prisonisasi. Prisonisasi ini memberi berbagai dampak bagi WBP. Karena usia remaja terdampak prisonisasi lebih parah, peneliti ingin mengetahui bagaimana perubahan dampak prisonisasi yang dialami anak binaan di LPKA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan data wawancara, observasi, studi literatur dengan analisis wacana. Hasil menunjukkan bahwa dari empat subjek anak binaan, salah satunya terdampak prisonisasi parah, satu lainnya berpotensi untuk terdampak prisonisasi parah jika ada faktor ajakan teman sebaya dan dua lainnya tidak terdampak prisonisasi. Ditemukan bahwa hierarki dapat muncul saat tamping menyalahgunakan perannya. Hal ini memperkuat kemungkinan bahwa peran adalah elemen baru prisonisasi. Dampak prisonisasi berubah menjadi ketakutan akan kejahatan yang terulang kembali.
Copyrights © 2026