Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk toxic disinhibition yang muncul dalam komentar-komentar netizen terhadap konten tentang Kang Dedi Mulyadi (KDM) di akun Instagram @tempo.co. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode netnografi, penelitian ini menganalisis data dari komentar-komentar publik yang dikategorikan ke dalam enam dimensi toxic disinhibition menurut teori Online Disinhibition Effect oleh Suler (2004), yaitu dissociative anonymity, invisibility, asynchronicity, solipsistic introjection, dissociative imagination, dan minimization of status and authority. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi yang paling dominan adalah minimization of status and authority, diikuti oleh dissociative anonymity dan dissociative imagination. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana ruang digital menjadi sarana pelepasan hambatan sosial yang memicu perilaku komunikasi agresif dan tidak etis. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital dan penguatan nilai etika dalam interaksi daring, serta mendorong perlunya desain ruang digital yang lebih aman dan konstruktif, khususnya dalam membahas isu-isu sensitif seperti kesetaraan gender
Copyrights © 2026