Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konstruksi dan teknik pengoperasian rawai dasar (bottom longline), komposisi hasil tangkapan, daerah penangkapan, serta faktor-faktor yang diduga berkaitan dengan keberhasilan penangkapan ikan demersal di perairan Kampung Maryaidori, Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama delapan trip penangkapan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan karakteristik alat, tahapan operasi, jenis dan jumlah hasil tangkapan, bobot, serta lokasi penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rawai dasar yang digunakan memiliki panjang sekitar 60 m dan dioperasikan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, setting, immersing, dan hauling. Selama delapan trip diperoleh 12 ekor ikan dengan total berat 14,9 kg, yang terdiri atas kerapu (Epinephelus sp.), kakap (Lutjanus sp.), bubara (Caranx sp.), dan hiu (Carcharhinus leucas). Kerapu dan kakap merupakan hasil tangkapan dominan, masing-masing sebanyak 5 ekor (41,67%). Daerah penangkapan berada sekitar 1 km dari garis pantai. Variasi hasil tangkapan diduga berkaitan dengan kondisi cuaca, soak time, lokasi penangkapan, dan jenis umpan. Rawai dasar berpotensi menangkap ikan demersal bernilai ekonomis, tetapi produktivitas selama periode pengamatan relatif rendah sehingga diperlukan kajian lanjutan mengenai faktor teknis dan lingkungan yang berkaitan dengan hasil tangkapan.
Copyrights © 2026