Tujuan: Studi ini disusun untuk menguji secara empiris bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi pada pelayanan (servant leadership) serta kompetensi pedagogik yang dimiliki guru berkontribusi terhadap pencapaian mutu sekolah dasar, dengan motivasi kerja guru diposisikan sebagai variabel yang memediasi hubungan antar-konstruk tersebut. Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan desain survei eksplanatori kuantitatif dengan melibatkan 157 guru sebagai unit analisis, yang tersebar pada 21 sekolah dasar negeri di wilayah Kota Serang, Provinsi Banten. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert lima poin, kemudian diolah menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil: Keseluruhan hipotesis yang diajukan terbukti signifikan secara statistik. Servant leadership memberikan pengaruh langsung terhadap motivasi kerja guru (β = 0,515; p = 0,000) maupun terhadap mutu sekolah (β = 0,286; p = 0,000). Kompetensi pedagogik turut memengaruhi motivasi kerja (β = 0,429; p = 0,000) dan mutu sekolah (β = 0,180; p = 0,008). Di antara ketiga prediktor, motivasi kerja guru tampil sebagai penentu paling kuat terhadap mutu sekolah (β = 0,482; p = 0,000). Secara keseluruhan, model yang diajukan mampu menerangkan 73,6% variasi pada mutu sekolah. Simpulan: Upaya meningkatkan mutu sekolah dasar tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi antara penguatan kepemimpinan yang melayani, pengembangan kompetensi mengajar guru, dan penguatan motivasi kerja sebagai satu kesatuan strategi. Keterbatasan: Cakupan penelitian ini masih terbatas pada satu kecamatan di Kota Serang, menggunakan rancangan cross-sectional, serta mengandalkan persepsi guru sebagai satu-satunya sumber penilaian mutu sekolah. Kontribusi: Riset ini menyumbangkan bukti empiris bahwa motivasi kerja guru berfungsi sebagai jalur penting yang menjembatani kualitas kepemimpinan dan kompetensi pedagogik dengan capaian mutu sekolah, sekaligus memberikan bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang program pembinaan sekolah
Copyrights © 2026