Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri nikel global karena menjadi salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar yang berperan penting dalam pengembangan industri baterai, stainless steel, dan hilirisasi mineral. Namun, percepatan eksploitasi nikel di Sulawesi Tenggara menimbulkan konsekuensi kompleks terhadap lingkungan, sosial-ekonomi, dan tata kelola sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemanfaatan sumber daya alam nikel serta implikasinya terhadap lingkungan di Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan analisis tematik-deskriptif melalui kajian terhadap berbagai publikasi ilmiah yang relevan mengenai aktivitas pertambangan nikel, dampak ekologis, perubahan sosial, dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Sebanyak 18 literatur dianalisis berdasarkan tema utama meliputi eksploitasi nikel, kualitas lingkungan, perubahan tata ruang, sosial-ekonomi masyarakat, dan tata kelola keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri nikel memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan aktivitas hilirisasi, tetapi juga menyebabkan tekanan ekologis berupa deforestasi, degradasi kualitas air, sedimentasi pesisir, kerusakan ekosistem laut, serta perubahan mata pencaharian masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika pemanfaatan nikel di Sulawesi Tenggara mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara orientasi ekonomi dan kapasitas daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola pertambangan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, ekologi, sosial, dan kebijakan.
Copyrights © 2026