Adhi Munajar
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Awellya Novia Ramadanisa; Giska Ananta; Najla Najla; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.518

Abstract

Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik dan kemampuan lahannya dapat menyebabkan degradasi lingkungan, penurunan kualitas tanah, serta meningkatnya risiko bencana. Kecamatan Kampar memiliki keragaman karakteristik fisik wilayah yang meliputi bentuklahan, kemiringan lereng, kondisi tanah, drainase, dan potensi bencana sehingga diperlukan evaluasi kemampuan lahan sebagai dasar perencanaan ruang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi kemampuan lahan dan daya dukung lingkungan Kecamatan Kampar serta menentukan arahan pemanfaatan ruang berdasarkan karakteristik fisik wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis informasi geospasial dengan memanfaatkan data primer hasil observasi lapangan dan data sekunder berupa peta administrasi, tanah, lereng, drainase, curah hujan, serta dokumen perencanaan wilayah. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode skoring, pembobotan, dan overlay berbagai parameter kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kampar memiliki tiga kelas kemampuan lahan, yaitu kemampuan pengembangan rendah (20%), sedang (45%), dan tinggi (35%). Wilayah kemampuan rendah diarahkan sebagai kawasan lindung, kemampuan sedang sebagai kawasan penyangga dengan penerapan konservasi, sedangkan kemampuan tinggi sebagai kawasan pengembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan SIG berbasis kemampuan lahan mampu memberikan dasar ilmiah dalam penyusunan arahan pemanfaatan ruang yang adaptif, aman, dan berkelanjutan.
Analisis Dinamika Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nikel dan Implikasinya Terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara Nefa Syafitri Fauzir; Rahmatul Khusna; Shallu Madina; Nabila Putri Rahma; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.530

Abstract

Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri nikel global karena menjadi salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar yang berperan penting dalam pengembangan industri baterai, stainless steel, dan hilirisasi mineral. Namun, percepatan eksploitasi nikel di Sulawesi Tenggara menimbulkan konsekuensi kompleks terhadap lingkungan, sosial-ekonomi, dan tata kelola sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemanfaatan sumber daya alam nikel serta implikasinya terhadap lingkungan di Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan analisis tematik-deskriptif melalui kajian terhadap berbagai publikasi ilmiah yang relevan mengenai aktivitas pertambangan nikel, dampak ekologis, perubahan sosial, dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Sebanyak 18 literatur dianalisis berdasarkan tema utama meliputi eksploitasi nikel, kualitas lingkungan, perubahan tata ruang, sosial-ekonomi masyarakat, dan tata kelola keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri nikel memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan aktivitas hilirisasi, tetapi juga menyebabkan tekanan ekologis berupa deforestasi, degradasi kualitas air, sedimentasi pesisir, kerusakan ekosistem laut, serta perubahan mata pencaharian masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika pemanfaatan nikel di Sulawesi Tenggara mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara orientasi ekonomi dan kapasitas daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola pertambangan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, ekologi, sosial, dan kebijakan.
Transformasi Wilayah Bali Akibat Tekanan Overtourism Haliza Rahma Dea; Hawwa Assalwa; Harby Harby; Nadeatul Asyira; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.523

Abstract

Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia mengalami perkembangan sektor pariwisata yang sangat pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap perubahan kondisi wilayah dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif fenomena overtourism dan implikasinya terhadap transformasi spasial serta struktural wilayah di Provinsi Bali. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal dan artikel akademik yang membahas pariwisata, perubahan penggunaan lahan, serta dampak sosial dan lingkungan di Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata yang tidak terkontrol telah menyebabkan perubahan struktur wilayah, yang ditandai dengan alih fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi kawasan ekonomi berbasis pariwisata, meningkatnya kawasan terbangun, serta ketimpangan perkembangan antarwilayah dan di samping itu, fenomena overtourism turut memicu degradasi kualitas lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang masif, eskalasi volume timbulan sampah, serta tekanan yang signifikan terhadap daya dukung wilayah. Dari sisi sosial, terjadi pergeseran mata pencaharian masyarakat, perubahan nilai budaya, serta meningkatnya interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan yang memengaruhi struktur sosial. Secara komprehensif, fenomena overtourism tidak hanya mendistorsi aspek fisik wilayah, melainkan juga menekan kondisi lingkungan dan tatanan sosial secara simultan. Oleh karena itu, implementasi tata kelola pariwisata berbasis keberlanjutan mutlak diperlukan guna mengoptimalkan dinamika keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, konservasi lingkungan, serta eksistensi sosial-budaya masyarakat di Provinsi Bali.
Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Ketahanan Sosial pada Daerah Rawan Konflik di Kabupaten Nduga, Papua Rahmah Fadillah Ripaini; Merry Merlina; Eggi Khoirani; Alya Marni; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.525

Abstract

Kabupaten Nduga di Provinsi Papua Pegunungan merupakan wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem yang ditandai oleh topografi pegunungan, keterisolasian wilayah, keterbatasan aksesibilitas, serta dinamika konflik bersenjata yang berlangsung secara berkepanjangan. Kondisi tersebut membentuk kerentanan sosial yang kompleks karena dipengaruhi oleh interaksi antara faktor spasial, struktur sosial, dan kapasitas adaptasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik geografis Kabupaten Nduga dengan kesiapsiagaan masyarakat serta ketahanan sosial dalam menghadapi konflik bersenjata melalui perspektif geografi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang diperoleh melalui database Google Scholar dan SINTA pada periode 2016–2026. Sebanyak 22 artikel dianalisis menggunakan teknik sintesis literatur dan analisis tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara kondisi geografis, dinamika konflik, kesiapsiagaan komunitas, dan modal sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterisolasian geografis Nduga meningkatkan kerentanan sosial melalui hambatan akses layanan dasar, ekonomi, dan perlindungan formal. Namun demikian, masyarakat memiliki kapasitas adaptasi melalui jaringan kekerabatan, kepemimpinan adat, pengetahuan lokal, sistem evakuasi berbasis komunitas, serta solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan sosial masyarakat Nduga tidak hanya ditentukan oleh intervensi eksternal, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial lokal yang perlu diperkuat melalui pembangunan berbasis konteks geografis dan budaya masyarakat adat.
Peran Material Vulkanik Pasca Erupsi Gunung Marapi terhadap Peningkatan Risiko Banjir Bandang di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat Gustia Nurul’Ain; Julia Emilda Pasaribu; Vania Azalia; Ghina Asnah Aulia; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.532

Abstract

Erupsi Gunung Marapi pada tanggal 3 Desember 2023 menghasilkan endapan material vulkanik dalam jumlah masif di lereng gunung yang secara signifikan meningkatkan potensi risiko banjir bandang (galodo) di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Peristiwa banjir bandang lahar dingin yang terjadi pada 11–12 Mei 2024 mengakibatkan 62 korban jiwa, 6.523 jiwa terdampak, dan kerusakan infrastruktur serta lahan pertanian yang masif. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran material vulkanik pasca erupsi sebagai faktor pemicu utama peningkatan risiko banjir bandang dengan menggunakan pendekatan data sekunder dari laporan BNPB, PVMBG, BPS, dan berbagai jurnal ilmiah terindeks. Kajian ini mengadopsi desain eksploratif melalui penerapan metode Systematic Literature Review (SLR) yang disintesis secara deskriptif-kualitatif sebagai landasan metodologisnya. Melalui kerangka kerja tersebut, jalinan interaksi antara parameter hidrologis, aspek vulkanologi, serta dinamika kebencanaan dapat dibedah dan diuraikan secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa akumulasi material vulkanik berupa abu, lapili, pasir vulkanik, dan batu besar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Marapi meningkatkan sediment yield dan menurunkan kapasitas tampung sungai secara drastis. Kombinasi antara ketersediaan material vulkanik yang melimpah, kemiringan lereng yang curam (>40%), dan curah hujan ekstrem (>100 mm/hari) menjadi triad faktor yang mendorong terjadinya lahar dingin destruktif. Kajian ini menyimpulkan perlunya sistem peringatan dini terintegrasi, pembangunan sabo dam, dan pengelolaan DAS berbasis risiko vulkanik sebagai langkah mitigasi.
Analisis Hubungan Kausalitas Lingkungan: Ancaman Banjir dan Determinan Keputusan Migrasi Warga di Kawasan Pesisir Utara Pulau Jawa (Periode 2020–2025) Alya Zhafira; Balqist Salsabila Mukharomah; Nicken Octavia Suparno; Rorisa Adela Jengka; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.513

Abstract

Perubahan iklim global telah meningkatkan intensitas kejadian hidrometeorologi, terutama banjir di kawasan pesisir yang berdampak terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat. Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi akibat kombinasi faktor perubahan curah hujan, banjir rob, amblesan tanah, serta tekanan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan curah hujan terhadap risiko banjir dan implikasinya terhadap fenomena environmental migration masyarakat pesisir Pantura Jawa periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis data sekunder dari BMKG, BNPB, InaRISK, BPS, Dukcapil, serta literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variabilitas curah hujan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir, terutama di Semarang, Demak, Pekalongan, dan Jakarta Utara, yang kemudian mendorong peningkatan perpindahan penduduk akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko banjir berperan sebagai variabel penghubung antara perubahan iklim dan mobilitas penduduk, sehingga diperlukan strategi adaptasi dan mitigasi terpadu untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.